Wednesday, 24 August 2016

Tips Cerdas Rajin dan mudah Mengerjakan PR

Mengerjakan PR adalah tugas para siswa dirumah. Melalui PR ini guru berharap agar para siswa terus meningkatkan belajarnya supaya lebih banyak dan berkualitas. Tidak hanya itu hal ini juga bertujuan supaya apa yang sudah dipelajari disekolah tidak cepat dilupakan para siswa. Sehingga ketika para guru mengadakan ulangan atau ujian para siswa telah paham dan menguasai materi pelajaran.

Sayangnya tidak semua siswa mengerti mkasud dan tujuan para guru memberikan tugas dirumah (PR). Bahkan sebagian siswa merasa keberatan dengan tugas tersebut. Apalagi kalau tugas tersebut sangat sulit dan harus melibatkan pengetahuan dan pengalaman orang lain untuk menemukan jawabannya.

Padahal dengan hal tersebut guru ingin mengarahkan anda menjadi pelajar yang baik dan bertanggung jawab. Selain itu guru juga berkeyakinan bahwa melalui cara memberikan PR langkah para siswa untuk menjadi juara di kelas atau level juara umum disekolahan bisa tercapai. Bukankah tugas guru mencetakl generasi pelajar yang cerdas dan terpelajar?

Tips Cerdas supaya Rajin dan mudah Mengerjakan PR

Tips supaya rajin dan mudah mengerjakan PR


1. Miliki target belajar

Kenali tujuan anda ketika memasuki dunia pendidikan terutama sekolah. Targetkan apa yang menjadi impian anda dimasa depan, seperti ingin menjadi pelajar yang mengharumkan nama bangsa dan negara, ingin menjadi pelajar yang membanggakan orang tua, atau ingin menjadi pelajar yang sukses dan berprestasi.

Setelah anda menetapkan target belajar maka anda akan mengeluarkan segala kemampuan dan keterampilan untuk mengerjakan semuanya tidak terkecuali tugas yang diberikan oleh para guru. Semangat dan fokus adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari pelajar yang memiliki target belajar. Oleh karena itu mereka dengan segera siap sedia menanti halangan dan rintangan demi mencapai tujuan belajar.

Kalau anda sudah memiliki mental seperti ini maka saya ucapkan selamat, mengapa? Terang saja dengan cara pandang tersebut anda tidak mudah mengeluh terhadap PR atau tugas yang diberikan guru. Bahkan karena hal ini anda mungkin saja bersyukur karena dapat meningkatkan kemampuan belajar lebih cepat dan efektif.

2. Buat jadwal mengerjakan PR

Pelajar yang cerdas dan terpelajar adalah pelajar yang memiliki perencaan untuk sukses. Tidak bergantung pada kemampuan orang lain untuk berkembang, tetapi memiliki cara kreatifitas sendiri untuk berjuang dan berkembang. Dalam keadaan ini pelajar akan tahu mana tugas yang harus dikerjakan sesuai rencana. Kalau memiliki PR lebih dari 1 materi pelajaran maka dia akan bijak memikirkannya.

Pada kentaannya PR tidak selalu harus selesai besuk pagi, tetapi bisa juga guru memberikan batas waktu seminggu atau beberapa hari. Dalam keadaan seperti ini maka PR yang harus diselesaikan adalah PR dengan tenggat waktu lebih sempit.

Adapun PR dengan tenggat waktu lebih lama maka bisa ditunda terlebih dahulu. Namun dengan catatan bahwa gambaran jawaban sudah harus dipikirkan dan jika membutuhkan referensi maka sudah ditemukan. Sehingga beberapa hari menjelang tugas dikumpulkan jawaban hanya tinggal menyusunnya.

3. Kerjakan PR yang paling mudah

Untuk menjaga otak dari rasa stres belajar berlebihan sebaiknya anda mulai mengerjakan PR dari yang paling mudah. Anda bisa mengerjakan PR tersebut pada waktu siang setelah pulang sekolah. Adapun PR dengan tingkat kesulitan yang tinggi anda bisa mengerjakannya pada malam hari, mengapa?

Pada dasarnya tugas yang sulit membutuhkan konsentrasi , ketenangan dan kenyamanan dalam berpikir. Kalau anda memaksakan mengerjakan soal ketika pikiran masih bergejolak maka sampai kapanpun tugas yang sulit tidak akan pernah selesai. Namun kalau anda memberikan waktu mengerjakan ketika otak sedang tenang maka saya yakin kalau anda sudah memiliki target belajar semua dapat berjalan lancar.

4. Kerjakan Bersama teman

Kalau setelaha anda berpikir keras terhadap PR yang sudah diberikan dan anda belum berhasil mengerjakannya, maka jangan berdiam diri kemudian stres. Dalam keadaan seperti ini anda harus punya rencana cadangan salah satunya mengerjakan PR bersama teman. Diskusikan apa yang membuat tugas tersebut terasa sulit dikerjakan. Dengan begitu interaksi anda dan teman anda bisa berujung kreatifitas berpikir.

Ini adalah pilihan bijak karena selain memudahkan anda mengerjakan PR juga berdampak pada mudahnya memahami materi pelajaran. Ingat, banyak pelajar yang sukses memahami pelajaran karena penjelasan dari teman. Jadi, tunggu apa lagi?

5. Minta bantuan orang lain

Meskipun anda telah berdiskusi dengan teman-teman yang lebih cerdas, tidak jarang PR yang diberikan oleh guru masih terasa sulit. Jangankan untuk menemukan jawabannya bahkan untuk memahami makna soal saja bisa membingungkan.

Kalau anda mengalami masalah ini sebaiknya anda meminta bantuan orang lain seperti orang tua, atau kakak. Tingkat pendidikan kakak yang cenderung lebih tinggi seharusnya memudahkan anda dalam mengerjakan tugas. Bagaimanapun juga PR tidak harus dikerjakan dengan kemampuan sendiri, tetapi bisa melalai pemahaman orang lain. Jadi, usahakan untuk bertanya kepada kakak, orang tua atau tetangga ketika anda benar-benar kesulitan mengerjakan tugas dari guru. Ingat, guru sering memberikan tugas untuk membuat anda lebih kreatif dan inovatif dalam mencari informasi. Oleh karena itu selalu berpikir positif adalah ciri pelajar yang baik.

Kesimpulannya, meskipun PR adalah sesuatu yang membebani tugas anda dirumah. Kenyataannya hal tersebut baik bagi pribadi anda sebagai pelajar. Oleh karena itu jangan mengeluh dan marah saat guru memberikan PR. Yang terbaik adalah anda mengerjakan tugas tersebut dengan bijak sehingga anda bisa meraih nilai akademik tertinggi saat ulangan atau ujian. Dengan begitu anda bisa menjadi pelajar yang berprestasi. Apakah anda mau?

Friday, 19 August 2016

4 Payah Kebiasaan Buruk Belajar yang Membuat Nilai Ulangan Jeblok

Memiliki nilai ulangan yang tertinggi tentu menjadi harapan semua pelajar. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau demi tujuan tersebut mereka memiliki kebiasaan yang baik dalam belajar. Bagaimana tidak dengan nilai ulangan yang baik maka hal itu menjadi langkah awal anda mendapatkan nilai ujian terbaik diakhir semester. Tidak hanya itu nilai tersebut memiliki pengaruh positif terhadap perhatian guru kepada pelajar. Sehingga ketika seorang pelajar memiliki cita-cita mereka dengan senang hati mengarahkannya meraih impian tersebut.

Sayangnya tidak semua pelajar memiliki kebiasaan belajar yang baik dalam memandang ulangan atau ujian. Mereka sering kali disibukkan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Mereka seperti tidak memiliki semangat untuk sukses dan berkembang. Akibatnya mereka memilih cara menyontek ketika menghadapi ulangan atau ujian. Padahal kebiasaan menyontek adalah aib bagi para pelajar.

Maka dari itu penting bagi anda untuk mulai kebiasaan yang baik dalam belajar. Dengan begitu anda memiliki kualitas sebagai pelajar yang berpendidikan. Selain itu kebiasaan yang buruk dapat menjadikan anda pelajar yang malas dan pesimistis.

Kebiasaan buruk belajar yang membuat nilai ulangan jelek

4 Payah Kebiasaan Buruk Belajar yang Membuat Nilai Ulangan Jeblok

1. Mencukupkan diri dengan sistem belajar kebut semalam

Pada dasarnya belajar merupakan kebiasaan yang baik bagi pelajar. Bahkan kalau hal itu dilakukan dalam waktu singkat atau lama belajar tetap membawa pengaruh positif bagi otak dan daya ingat.

Masalahnya sebagian pelajar salah strategi dalam belajar. Mereka memilih kebiasaan belajar dengan sistem kebut semalam. Memang hal itu tidak dilarang. Namun bukan pilihan cerdas kalau dengan cara itu anda berharap mendapatkan nilai akademik yang tinggi.

Bahkan kebiasaan tersebut berpotensi membuat otak mudah lupa terhadap materi tersebut setelah ulangan selesai. Oleh karena itu biasakan belajar rutin setiap hari agar otak dapat mengingat sedikit demi sedikit. Sehingga ketika ulangan atau ujian datang hanya mengulangi materi itu seperlunya.

2. Multi tasking

Untuk mendapatkan nilai ulangan yang baik anda harus bersungguh-sungguh dalam belajar. Tidak hanya itu anda juga membutuhkan fokus saat belajar. Oleh karena itu jangan membiasakan diri belajar dengan sistem multi tasking. Multi tasking adalah sistem kerja dengan menggabungkan berbagai aspek tugas dalam satu waktu. Masalahnya apa yang digabungkan saat belajar cenderung tidak memiliki hubungan atau keterkaitan. Akibatnya hal itu hanya menjadi pengganggu saat belajar.

Belajar sambil menonton TV, mendengarkan radio, sambil makan cemilan atau sambil tidur adalah kebiasaan buruk dari sistem belajar multi tasking. Selain itu belajar sambil main handphone atau media sosial juga menjadi kebiasaan payah seorang pelajar. Jika hal ini terus anda lanjutkan maka saya khawatir anda hanya mendapatkan nilai ulangan atau ujian di bawah harapan.

3. Tidak mengetahui kondisi tepat untuk konsentrasi

Setiap orang memiliki kondisi tertentu untuk mendapatkan konsentrasi terkuatnya. Ada yang mudah konsentrasi saat suasana sepi atau hening, ada yang mudah konsentrasi saat berada di bawah pohon, atau mudah konsentrasi saat sendirian.

Sebenarnya tidak ada masalah kalau anda memiliki perbedaan kondisi dalam hal berkonsentrasi. Namun menjadi perhatian serius jika anda memaksakan belajar tidak sesuai dengan kemampuan pribadi. Ingat, anda akan mudah berkonsentrasi kalau mengerti kondisi otak dan daya ingat terkuatnya.

Oleh karena itu cari dan pelajari pada kondisi mana anda cocok dalam berkonsentrasi. Jika anda sudah yakin dengannya maka langsung terapkan pada cara belajar. Sehingga dengan hal tersebut anda mudah memahami materi pelajaran dan siap mendapatkan nilai akademik yang baik saat ulangan atau ujian.

4. Hanya fokus pada buku tebal

Untuk menghadapi ulangan atau ujian dengan lancar dan memuaskan tentu buku materi pelajaran harus dipelajari dan dikuasai. Sayangnya untuk masalah ini membutuhkan perhatian yang super serius. Bagaimana tidak, buku yang dijadikan bahan ulangan atau ujian biasanya memiliki halaman yang tebal, mungkin 200-300 halaman.

Untuk menghadapi ulangan atau ujian tentu menguasainya dalam waktu singkat tidaklah mudah. Apalagi kalau anda harus membaca materi 5-6 bulan yang lalu pasti otak anda akan kelelahan. Dan tentu saja hal ini merupakan kebiasaan buruk yang tidak boleh dilanjutkan.

Oleh karena itu penting bagi anda untuk membuat sebuah ringkasan materi pelajaran. Bukan digunakan untuk menyontek, tetapi ringkasan tersebut dibuat sebagai pembuka materi yang lebih detail. Jadi, ketika anda membaca ringkasan materi tersebut anda akan teringat langsung dengan penjabarannya. Bukankah hal ini lebih mudah?

Kesimpulannya, saya menyadari bahwa anda sangat ingin mendapatkan nilai akademik yang terbaik. Namun jangan sekali-kali melakukan kebiasaan buruk yang membuat anda gagal dalam ulangan atau ujian. Jalan yang terbaik adalah anda mengenali kemampuan pribadi anda dan menghindari kebiasaan buruk di atas. Sehingga dengan hal tersebut anda bisa mendapatkan nilai ulangan atau ujian secara sempurna.

Wednesday, 17 August 2016

7 Kebiasaan Buruk Guru yang Membuat Para Siswa Gagal Berprestasi

Guru adalah kunci sukses pembelajaran pendidikan disekolah. Namun bagaimana jadinya kalau guru sering melakukan kebiasaan buruk yang justru membuat para siswa gagal berprestasi. Bukan hal yang mudah bagi para pelajar mendapatkan prestasi dengan kerja keras sendiri. Memang bisa saja terjadi, tetapi hal itu tetap harus dilalui dengan kerja keras dan kerja cerdas luar biasa.

Memperhatikan hal itu tentu sebagai guru yang baik anda harus menunjukkan sifat dan perilaku yang baik dan bisa dibanggakan. Jangan sampai para murid melihat anda melakukan kebiasaan buruk yang berdampak pada mental dan semangat belajar mereka. Ini penting mengingat mereka berharap anda menjadi guru teladan yang mengarahkan mereka menjadi pelajar yang sukses.

Oleh karena itu sudah seharusnya para guru menghindari sifat dan perilaku yang membawa dampak negatif negatif. Bagaimana pun juga hal itu sangat merugikan para siswa, pihak sekolah dan pemerintah. Selain itu bagaimana tanggung jawab anda dengan Alloh sang pencipta

7 Kebiasaan Buruk Guru yang Membuat Para Siswa Gagal Berprestasi

Kebiasaan buruk guru yang membuat siswa gagal berprestasi


1. Hanya terpaku pada materi baku

Dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar memang kurikulum pendidikan telah ditentukan oleh pemerintah. Bahan materi dan susunan materi yang harus diajarkan pun sudah tersusun rapi. Selain itu juga disediakan buku pegangan untuk mempermudah para siswa mencapai target belajar.

Meskipun demikian jangan terpaku pada materi buku saja saat memberikan penjelasan kepada para siswa. Sehingga apa yang anda terangkan kepada mereka hanya bersifat baku dan tertulis jelas. Adapun mengenai materi pendalaman yang bersifat kreatif dan inovatif materi pelajaran sering anda abaikan. Akibatnya ketika menghadapi ujian sedikit berbeda dari buku karena kreatifitas penyusun soal yang hebat maka mereka kebingungan untuk menjawabnya. Akhirnya mereka kecewa dengan anda karena merasa belum diterangkan.

Oleh karena itu anda harus memperdalam penguasaan materi pelajaran. Coba juga berbagai cara kreatif dalam menerangkan materi atau dalam menyelesaikan soal. Dengan begitu para siswa dapat menguasai materi pelajaran dengan pemahaman yang kuat sehingga ketika ujian berlangsung mereka sukses mengerjakannya.

2. Sering tidur di dalam kelas

Untuk mencetak generasi pelajar yang cerdas dan terpelajar anda harus memulainya dari diri anda dahulu. Menunjukkan sifat dan perilaku yang aktif, kreatif dan inovatif. Sehingga para siswa akan menjadikan anda teladan dalam mencapai kesuksesan berprestasi.

Sayangnya kebiasaan buruk seorang guru yang suka tidur di dalam kelas menghambat target tersebut. Bagaimana tidak guru yang seharusnya memberikan motivasi malah menunjukkan sisi pemalas. Jangankan untuk mencapai nilai ujian yang tinggi untuk mendapatkan perhatian para siswa saja saya rasa akan sulit.

3. Bersifat diskriminatif

Pada dasarnya tugas guru adalah mencerdaskan semua siswa yang menjadi tanggung jawabnya. Mendidik dan mengajar mereka sesuai dengan kemampuan dan cara berpikirnya.

Sayangnya hal itu menjadi sulit dilakukan kalau seorang guru memiliki sifat diskriminatif. Hanya mau mengarahkan dan mendidik siswa yang berpotensi untuk berprestasi. Sedangkan siswa yang cenderung memiliki daya ingat lemah, pemalu, atau tidak kreatif ditinggalkan. Makanya tidak aneh kalau ketika guru sedang mengajar dia hanya fokus pada siswa yang disukainya.

Kalau ada waktu senggang dia bisa meluangkannya untuk berdiskusi dengan murid kesayangan. Sedangkan siswa yang tidak disukai tidak pernah diberikan arahan dan motivasi belajar. Akibatnya dia belajar dengan visi dan misi yang rendah untuk meraih cita-cita masa depan. Bukankah kebiasaan buruk guru ini cukup menjengkelkan?

4. Sering marah-marah

Sebenarnya guru yang baik adalah guru yang tidak suka marah-marah. Meskipun demikian seorang guru boleh marah kalau menemukan sifat dan perilaku siswa yang menyimpang dan mengarah kepada negatif. Bahkan dalam beberapa kasus justru seorang guru harus marah-marah kalau menemukan siswa ada yang merokok, berkelahi atau tawuran. Karena selain merusak citra sekolah juga merugikan siswa itu sendiri dalam merancang kesuksesan prestasi belajar.

Namun demikian seorang guru tidak boleh marah-marah kepada siswa tanpa sebab yang jelas. Apalagi kalau hanya berkaitan dengan hal-hal sepele. Kebiasaan ini tentu berdampak negatif bagi mental para siswa. Mereka tidak akan hormat kepada guru melainkan hanya ketakutan. Akibatnya mereka menghalalkan segala cara supaya tidak kena marah oleh guru tersebut. Meskipun harus ditempuh dengan cara-cara yang tidak jujur.

Berkaitan dengan hal tersebut sebagai guru yang baik anda harus mengendalikan diri. Jangan mudah terpancing dengan keadaan. Apalagi anda mengeluarkan kata-kata kasar kepada mereka. Bagaimanapun juga marah-marah tanpa sebab yang jelas hanya membuat mereka ketakutan saat belajar dan berakibat tidak memiliki semangat belajar untuk berprestasi. Akankah anda mau menjadi penyebab mereka gagal berprestasi?

5. Tidak jujur

Memiliki sifat dan perilaku kejujuran adalah sangat ditekankan dalam agama Islam tidak terkecuali kepada para guru. Kalau seorang guru itu jujur maka akan menurun kepada para siswanya untuk lebih terbuka. Dengan begitu anda lebih mudah berdiskusi kepada mereka mengenai hambatan dan kesulitan dalam belajar. Sehingga anda bisa memberikan solusi yang benar dan tepat buat mereka.

Terkait dengan hal ini tentu ketidak jujuran menjadi momok yang menakutkan. Para siswa akan mereka tertipu dengan kredibilitas anda sebagai guru. Akibatnya mereka tidak memiliki respon yang baik kepada anda. Pada akhirnya anda hanya sebagai penghias sekolahan yang tidak memiliki tempat dihati para siswa. Apakah anda mau diabaikan seperti itu?

6. Sering datang ke kelas terlambat

Bagi para pelajar kedatangan seorang guru adalah sangat dinantikan di dalam kelas. Hal itu karena para siswa bisa memperoleh ilmu pengetahuan yang baru dari para guru. Selain itu mereka bisa bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran yang belum mereka kuasai.

Sayangnya kebiasaan guru yang sering datang terlambat mengurangi waktu tersebut. Kalau digunakan untuk sering bertanya maka kemungkinan target materi pelajaran yang baru menjadi tertunda. Kalau dipaksakan memungkinkan materi selanjutnya tidak bisa dibahas secara sempurna. Akibatnya mereka hanya menerima materi pelajaran sebagian saja sehingga pemahaman mereka terhadap materi pelajaran menjadi samara-samar. Kalau hal ini lebih sering terjadi menjelang ujian bagaimana?

7. Sering ijin mengajar

Memang adakalanya seorang guru boleh ijin untuk tidak mengajar. Sedang sakit atau sedang ada rapat atau tugas mendadak adalah hal yang wajar bagi seorang guru untuk ijin mengajar.

Masalahnya tidak semua guru yang ijin mengajar memiliki alasan di atas. Mereka terkadang ijin karena masalah keluarga atau masalah bisnis bahkan ada yang ijin karena ingin bepergian jauh (tamasya). Akibatnya proses belajar mengajar harus diganti dengan memberikan tugas. Yang menyedihkan dari tugas seperti ini para siswa bisa dituntut mengerjakan soal yang belum pernah diterangkan oleh guru. Sehingga jawabannya hanya berupa pemahaman pribadi.

Kesimpulannya.
Saya menyadari bahwa tanggung jawab seorang guru itu besar, tidak hanya kepada pemerintah atau pihak sekolah, tetapi kepada Alloh juga. Oleh karena itu hindari kebiasaan buruk yang merugikan anda, sekolah dan pemerintah. Terlebih lagi hal itu bisa membuat para siswa gagal untuk berprestasi. Apakah anda puas dengan hal tersebut?