Inilah 5 Tips agar Pelajar Mematuhi Aturan Belajar

thumbnail
Dalam kaitannya dengan pembelajaran disekolah tentu aturan belajar yang sudah ditetapkan menjadi langkah awal tercapainya kesuksesan pelajar. Bagaimana tidak dengan aturan yang telah dibuat pelajar diharapkan mampu mengeluarkan segala potensi yang dimilikna melalui cara-cara yang cerdas dan terstruktur. Selain itu juga membawa pengaruh yang besar terhadap tingkat kedisiplinan para siswa dalam memandang pendidikan sekolah.

Sayangnya kesuksesan pembelajaran bisa terhambat dengan aturan belajar yang sering dilanggar. Banyak dari pelajar yang keberatan dengan aturan yang ditetapkan oleh para guru. Sehingga tidak heran jika kondisi kelas menjadi tidak terkontrol. Memang bukan masalah berat atau ringannya peraturan yang ada karena pihak sekolah telah memberikan prediksi yang cukup kompeten saat menetapkan aturan belajar. Namun lebih kepada tingkat kecerdasan pelajar dalam memandang aturan belajar.

Meskipun begitu sebagai seorang guru tidak boleh mengeluh dan menyerah untuk menjadikan para pelajar atau siswa agar mau mematuhi aturan yang sudah dibentuk. Memang butuh perjuangan dan kerja keras yang tinggi, tetapi justru hal tersebut menjadi barometer seorang guru yang lebih berkualitas.

Inilah Etika Guru dalam Pembelajaran di Sekolah

thumbnail
Guru yang bijak adalah guru yang mengerti etika dalam pembelajaran. Memang dalam mengajar kecerdasan seorang guru sangat diperlukan. Apalagi tidak ada kesuksesan pelajar menjadi cerdas bahkan juara umum melainkan ada peran guru di dalamnya.

Meskipun demikian dalam proses pembelajaran seorang guru terkadang menemukan beberapa siswa yang bermasalah. Dalam masalah ini tentu langkah cerdas seorang guru menentukan arah pendidikan para siswa. Kalau anda salah dalam menerapkan strategi mengajar maka akan timbul permasalahan baru. Jangankan siswa menjadi cerdas dan terpelajar kesalahan hal ini dapat memicu menurunnya mental bertanggung jawab mereka disekolah.

Mengandalkan marah-marah untuk mendidik mereka juga bukan solusi yang tepat. Biarpun anda marah-marah sampai lelah mereka tidak akan menuruti perkataan anda begitu saja. Meskipun pada beberapa kasus memarahi siswa cukup efektif mengubah pola pikir mereka. Namun hal itu membutuhkan kecerdasan dalam bertutur kata.

Mungkin tujuan anda memang baik, tetapi betapa banyak siswa yang sering dimarahi malah timbul kebencian dalam diri mereka. Bahkan yang paling parah mereka menyimpan rasa dendam yang suatu saat bisa meledak. Bukankah anda akan tidak mau menghasilkan murid yang buruk?

Lebih baik anda merangkul mereka dengan perkataan yang santun dan penuh kasih sayang. Perkataan yang memotivasi juga berdampak bagus bagi mental dan cara berpikir mereka menjadi lebih dewasa. Etika inilah yang seharusnya anda perdalam lagi.

Selain itu keteladanan seorang guru juga merupakan etika yang tidak boleh anda lupakan. Betapa banyak guru yang sering memerintah pada siswa akhirnya kesal sendiri. Di samping ucapannya tidak dipatuhi dan disepelekan begitu saja.

Jangan langsung salahkan karena berbuat demikian. Boleh jadi kegagalan mendidik dan mengajar disebabkan ketidak hadiran teladan yang baik dalam diri anda.

Coba banyangkan, anda mengharapkan para siswa menjadi baik, cerdas dan terpelajar. Namun di sisi lain anda bertindak yang bertolah belakang dengan tujuan tersebut.

Menyuruh mereka belajar, tetapi anda sendiri menghadirkan pengaruh dari anda belajar sehingga ketika mengajar anda tidak menguasai materi pelajaran dengan baik. Selain itu anda menyuruh mereka membaca diperpustakaan sekolah. Namun anda sibuk dengan bercerita seru dengan para guru lainnya. Bukankah hal ini tidak menunjukkan pribadi anda sebagai guru yang beretika dalam pembelajaran?

Inilah Etika Guru dalam Pembelajaran di Sekolah


Saya menyadari bahwa tugas seorang guru adalah pekerjaan mulia yang harus diapresiasi. Namun bukan berarti menjadikan perkerjaan tersebut sebagai ladang mencari rezeki semata. Sehingga tidak berdampak pada peningkatan mutu mengajar.

Sebagai guru yang beretika sudah seharusnya anda mendengarkan dan menghargai perkataan mereka selama itu perkataan yang baik. Menghargai cara berpikir dan cara pandang mereka tentang masalah pendidikan adalah cara terbaik berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka. Mengayomi mereka jika mereka mengalami masalah atau kesulitan disekolah juga harus anda tonjolkan. Dengan begitu anda menjaga etika guru dalam pembelajaran disekolah.

Baca juga: Pentingnya Manfaat Psikologi Pendidikan bagi Para Guru

Tips Jitu Cara menjadi Pelajar yang Disiplin

thumbnail
Salah satu kunci sukses dalam pendidikan pelajar adalah kedisiplinan yang kuat. Tanpa disiplin seorang pelajar akan kesulitan mengatur waktu secara efektif. Akibatnya cara belajar menjadi kurang efektif. Selain itu kesempatan menjadi pelajar yang cerdas akan semakin lama bahkan cenderung sulit.

Mencoba belajar sehari semalam pun bukan pilihan cerdas untuk menguatkan daya ingat saat ujian berlangsung. Apalagi kalau anda berkeinginan menjadi juara umum disekolah tanpa kedisiplinan yang kuat rencana tersebut pasti gagal. Tentu anda tidak ingin menghabiskan waktu remaja sebagai pelajar dengan hal yang sia-sia. Terlebih lagi kalau anda memiliki cita-cita yang tinggi 

Kabar baiknya dengan beberapa cara berikut anda bisa menjadi pelajar yang cerdas dan sukses. Meskipun begitu kefektifan hasil yang anda peroleh bergantung pada keinginan kuat anda untuk melangkah maju. Oleh karena itu persiapkan diri anda menghadapi tantangan pendidikan.

Tips Jitu Cara menjadi Pelajar yang Disiplin




Cara menjadi pelajar yang disiplin


1. Belajar mengatur waktu

Kalau anda ingin sukses dalam pendidikan tidak ada cara efektif selain mengatur waktu yang baik dan tepat. Banyak pelajar yang ceroboh dalam mengatur waktu hingga akhirnya kualitas belajar menjadi rendah. Jangankan kecerdasan dapat meningkat untuk memahami materi pelajaran saja bisa menjadi hal yang menyulitkan.

Bergantung pada waktu belajar disekolah saja tidak akan ampuh menjadikan daya ingat dan pemahaman anda stabil. Dibutuhkan waktu khusus yang lain untuk menutup lubang otak anda mudah lupa. Oleh karena itu menyediakan waktu belajar dirumah adalah cara cerdas menjaga pemahaman materi pelajaran dan daya ingat.

Saat belajar dirumah pun anda tidak boleh sembarangan mengatur waktu. Perhatikan kondisi otak dan pikiran anda. Cari waktu-waktu di mana anda dapat berpikir tenang, misalnya saat malam hari atau saat fajar. Ini penting demi tercapainya cara belajar efektif.

Selain disiplin dalam mengatur waktu belajar perhatikan juga aktifitas anda yang lain. Cobalah hindari kebiasaan buruk seorang pelajar seperti berangkat sekolah terlambat. Kurangi juga waktu bermain anda sehingga saat belajar anda tidak dalam kondisi kelelahan. Asalkan kebiasaan disiplin ini anda jaga kesempatan sukses dalam pendidikan dapat lebih mudah.

Silahkan baca: Tips Jitu Cara Mengatur Waktu bagi Pelajar yang Berkualitas

2. Jadikan peraturan sebagai jalan hidup

Dalam kaitannya dengan pelajar yang disiplin salah satu kunci keberhasilannya adalah mentaati peraturan yang ada. Bukan karena takut akibat terburuk yang disiapkan, tetapi karena pengaruh buruk yang akan muncul pada dirinya.

Membolos sekolah atau berangkat ke sekolah terlambat memungkinkan anda dihukum oleh guru. Namun bagi pelajar yang disiplin perilaku tersebut akan merusak reputasi, pandangan para guru dan menimbulkan sifat pembangkang. Oleh karena itu mereka jadikan peraturan sebagai jalan hidup dalam sehari-hari.

Di sisi lain peraturan juga berperan membatasi perilaku yang tidak baik dan mengarah kepada penyimpangan. Dari hal itu mereka tahu perilaku yang harus dilanjutkan dan harus dihindari. makanya tidak heran kalau pelajar yang disiplin sangat membenci orang yang sering melanggar peraturan baik itu disekolah, dirumah atau lingkungan sekitar.

3. Membiasakan diri komitmen dengan janji

Pada kenyataannya sebuah janji berguna untuk memacu semangat juang seorang pelajar. Bahkan pada bebarapa kasus janji yang dibuat dalam hati mampu memaksimalkan segala potensi dan kreatiftas yang mencengangkan. Makanya tidak aneh kalau orang seperti ini tidak mudah menyerah terhadap tantangan atau hambatan.

Untuk menjadi pelajar yang disiplin terkadang komitmen dengan janji yang dibuat adalah cara cerdas palinn efektif. Mengapa demikian?

Coba anda bayangkan ketika mereka selesai membuat janji mereka akan berusaha meluangkan waktu berkerja keras secara maksimal. Selain itu janji juga mengajarkan kebiasaan baik yang perlu diprioritaskan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu pelajar yang disiplin biasanya tidak mudah untuk menginkari janji.

4. Berusaha secara efektif dan efisien

Selain pelajar yang disiplin memperhatikan waktu, peraturan dan komitmen terhadap janji mereka juga tidak mau melakukan usaha secara sembarangan. Melakukan usaha dengan efektif dan efisien adalah rencana dasar mereka. Berangkat dari pikiran itu satu hal yang pasti bahwa hasil yang didapatkan harus memuaskan atau minimal tidak memalukan.

Kalau hal tersebut dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok maka pembagian tugas menjadi sangat penting. Memilihkan tugas yang sesuai dengan kemampuan individu adalah tolak ukurnya. Tujuannya supaya dia bekerja secara sungguh-sungguh sehingga diperoleh hasil yang optimal dan memuaskan. Makanya tidak heran jika pelajar seperti ini seiring berjalannya waktu kedisiplinan mereka menjadi kuat.

Kesimpulannya, sebenarnya tidak ada cara instant untuk melatih kedisiplinan. Namun demikian bukan berarti hal tersebut mustahil. Anda membutuhkan kerja keras, semangat dan target yang jelas. Dengan begitu cara anda untuk menjadi pelajar yang disiplin dapat terwujud.

Baca juga: Alasan Kuat Mengapa Percaya Diri Sangat Penting

Inilah 7 Penyebab Minat Baca Pelajar Rendah

thumbnail
Memikirkan minat baca anak dan pelajar yang rendah dan terus menurun tentu menjadi kabar yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak mereka seolah-olah tidak memperdulikan pentingnya buku dan ilmu pengetahuan. Keberadaan buku yang mudah didapatkan dan terus menerus digalakkan pemerintah dan sekolah jumlahnya hanya menjadi penghias ruangan saja.

Padahal dengan buku-buku yang bermanfaat mereka bisa belajar banyak hal, seperti materi pelajaran disekolah, ilmu pengetahuan umum atau memperdalam wawasan. Selain itu dengan membaca mereka bisa memperdalam pengetahuannya tentang bakat dan minat yang mereka inginkan. Lebih dari itu membaca dapat mencerdaskan otak dan mempertajam daya ingat.

Terlepas dari minat baca anak dan para pelajar yang rendah memang cukup aneh dengan keadaan tersebut. Pada saat dunia internasional terus berkembang ternyata minat baca malah menurun dengan drastis. Akibatnya kita terus menerus tertinggal dan menjadi pengekor kemajuan mereka.




7 Penyebab Minat Baca Pelajar Rendah Kurang


1. Kebutuhan membaca belum menjadi motivasi sukses untuk masa depan

Tidak dapat dipungkiri bahwa minat baca seorang pelajar berpengaruh besar terhadap pendidikan dan kehidupannya. Terlepas dari banyaknya buku-buku bermanfaat yang disediakan dan tersebar luas. Namun tanpa adanya minat baca hal tersebut hanya berupa hiasan rak buku tanpa pengaruh terhadap pengetahuan anda.

Berkaitan dengan hal ini tentu rendahnya motivasi menjadi sukses dimasa depan menjadi salah satu penyebabnya. Padahal tidak ada orang yang sukses tanpa memiliki keterampilan yang memukau terhadap bidang tertentu. Makanya tidak heran kalau banyak pelajar yang akhirnya menjadi pengangguran meskipun telah mengantongi gelar pendidikan yang tinggi.

Terkait dengan hal ini tentu masalah ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Apalagi mengingat persaingan global sekarang yang semakin sulit. Ditambah lagi kalau pengetahuan yang masih rendah. Berbekal gelar pendidikan yang tinggi saja tidak akan banyak membantu kalau minat baca anda masih rendah. Oleh karena itu luangkan waktu untuk membaca buku-buku yang bermanfaat supaya peluang anda sukses dimasa depan semakin besar.

2. Tidak tertarik meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan baru

Ilmu pengetahuan dan pengalaman ibarat jembatan kesuksesan yang harus dijalani. Namun demikian ternyata banyak pelajar yang belum menyadarinya. Ini terlihat jelas manakala mereka mengerjakan ulangan atau ujian dengan cara praktis, tetapi menjerusmuskan kepada kegagalan masa depan yaitu menyontek.

Baca: Bahaya Terburuk Menyontek bagi Pelajar

Berangkat dari cara praktis ini tentu ketertarikan meningkatkan ilmu pengetahuan adalah penyebabnya. Makanya tidak heran jika pelajar seperti ini memiliki minat baca yang rendah. Lebih dari itu mereka seolah-olah tidak memperdulikan nasehat para guru dan orang tua untuk belajar yang rajin.

3. Membaca buku belum menjadi keseharian masyarakat

Bagi masyarakat yang berpendidikan membaca adalah menu harian yang tidak boleh dilewatkan. Waktu adalah ilmu pengetahuan” setidaknya ini menjadi pola hidup dibeberapa negara maju seperti Jepang. Mereka biasa membaca pada waktu-waktu senggang seperti menunggu bus atau naik kereta.

Tentu ini berbeda situasi ketika masyarakat belum terbiasa dengan membaca. Ilmu pengetahuan belum dianggap kebutuhan sehari-hari. Jangankan berharap menjadi pelopor kemajuan bangsa dan negara untuk mamou bersaing dengan negara maju saja mungkin harapannya kecil.

Mengingat hal ini tentu menjadi pengekor kemajuan orang lain bukanlah pilihan cerdas. Oleh karena itu perbaiki minat baca anda supaya menjadi orang cerdas dan terpelajar.

4. Kurang bervariasinya jenis buku yang disediakan

Buku sebagai sumber ilmu pengetahuan adalah kecerdasan pasif. Artinya sebanyak apapun buku yang tersedia tanpa adanya minat membaca maka kecerdasan aktif otak dalam berpikir tidak akan terbuka.

Mencoba mengarahkan semua pelajar dengan buku-buku tertentu juga bukan pilihan bijak. Memang materi bukunya sangat bermanfaat, tetapi perlu menjadi perhatian bahwa tidak semua cabang ilmu pengetahuan menarik para pelajar, mengapa demikian?

Beragamnya minat membaca biasanya tergantung pada bakat, hobi dan ketertarikan pada bidang tertentu. Berkaitan dengan hal ini tentu kita tidak bisa memaksa mereka membaca buku tertentu yang bertolak belakang dengan dunia mereka. Oleh karena itu menyediakan buku-buku dengan beragam materi pelajaran adalah cara cerdas menumbuhkan minat membaca pelajar.

5. Kurangnya fasilitas perpustakaan yang disediakan

Kurangnya fasilitas perpustakaan ternyata berdampak buruk terhadap minat baca pelajar. Coba banyangkan ketika mereka ingin membaca fasilitas pendukung kurang baik seperti meja kursi yang tidak nyaman, kondisi ruangan yang panas.

Apalagi jika ditambah kesulitan menemukan buku yang diinginkan maka kesibukan mencari dapat mengurangi minat baca. Jika hal itu terus berlanjut bukan tidak mungkin keinginan membaca buku hanya sekedar harapan tanpa realisasi.

6. Banyaknya jenis hiburan dan permainan

Berbagai jenis hiburan yang bermunculan baik di TV atau diinternet membuat minat baca menjadi rendah. Ini terjadi karena otak tidak ingin berpikir keras. Selain itu game online diinternet juga pemicu rendahnya minat baca. makanya tidak heran jika hiburan dan permainan menjadi sebab rendahnya keinginan menjadi cerdas dan terpelajar. Padahal untuk menjadi orang cerdas dan berpengetahuan luas kegiatan membaca adalah cara paling praktis.

7. Kurangnya keteladanan guru dalam hal membaca

Merupakan kecerobohan para guru dan orang tua menumbuhkan minat baca para pelajar atau anak tanpa strategi yang jitu. Menyediakan buku-buku berkualitas dan menyiapkan ruang membaca saja tidaklah cukup menarik minat baca mereka.

Pada kasus para pelajar maupun anak mereka sangat membutuhkan keteladanan dalam hal apapun termasuk menumbuhkan minat mambaca. Oleh karena itu berharap mereka rajin membaca sementara anda tidak berminat membaca ketika melihat buku adalah cara gagal menumbuhkan minat baca.

Cobalah menyediakan waktu senggang anda untuk membaca bersama mereka apakah itu disekolah atau dirumah. Yang jelas dengan metode tersebut mereka melihat anda sebagai pribadi yang cinta terhadap ilmu. Dengan begitu minat baca mereka dapat tumbuh dengan keteladanan anda.

Kesimpulannya, meskipun berbagai faktor muncul mengenai minat baca yang rendah. Namun jangan jadikan pembenaran bahwa membaca bukan kebutuhan yang mendesak. Tetap berusaha menemukan penyebab kurangnya minat baca mereka sehingga kecintaan mereka terhadap buku dapat ditingkatkan.

Inilah 7 Faktor Penyebab Malas Belajar

thumbnail
Menunjukkan hal yang mengecewakan manakala pelajar atau anak baru tertimpa penyakit malas belajar. Bagaimana tidak keadaan tersebut membuat gusar para guru disekolah. Selain itu tentu penguasaan materi pelajaran disekolah menjadi terhambat. Terlebih lagi membuat sedih para orang tua dirumah karena masalah ini.

Padahal dengan memiliki motivasi dan minat belajar yang kuat hal tersebut adalah lebih positif. Bukan karena apa yang terlihat oleh mata seperti rajin membaca dan memperhatikan. Namun jauh dari itu motivasi belajar yang kuat mengarahkan para pelajar dan anak menjadi pribadi yang bisa mengatur waktu, cerdas, bertanggung jawab dan masih banyak lagi.

Meskipun begitu ternyata kebiasaan buruk malas belajar tetap menjadi ancaman disekolah maupun dirumah. Sering mengabaikan materi pelajaran disekolah dengan mengambar atau membuat gaduh dikelas adalah sebagian dampak buruk dari malas belajar.  Berkaca pada hal itu tentu sebuah penelitian cerdas sangat dibutuhkan demi tercapainya peningkatan motivasi belajar.


Inilah 7 Faktor Penyebab Malas Belajar

Penyebab malas belajar pelajar


1. Kelelahan

Berkaca pada banyaknya pelajar atau anak yang malas belajar maka kelelahan menjadi salah satu penyebab utamanya. Ini terjadi karena kondisi fisik sedang lemah atau kepayahan dalam beraktifitas. Beraktifitas apapun asalkan positif hal tersebut dibolehkan, tetapi kalau terus beraktifitas setiap hari pasti badan terasa berat.

Jangankan berpikir untuk belajar dalam keadaan seperti ini hal yang paling penting adalah memulihkan tubuh supaya bugar kembali. Makanya jangan paksakan pelajar atau anak untuk terus belajar karena konsentrasi tidak akan terjaga sehingga belajar pun tidak efektif.

Lebih baik anda cari dahulu penyebab kelelahan tersebut. Jika terjadi karena kebanyakan bermain maka batasi jenis permainan yang mudah membuat lelah. Atau kurangi waktu bermainnya sehingga

2. Stres belajar

Menumpuknya jadwal materi pelajaran disekolah terkadang menjadi beban tersendiri bagi para pelajar. Bagaimana tidak seorang pelajar harus belajar disekolah 6-8 jam. Bahkan ketika ada ekstrakurikuler kegiatan disekolah bisa mencapai 9-10 jam.

Sebenarnya boleh menambah jam belajar disekolah. Namun demikian hendaknya memperhatikan juga keadaan mereka. Jangan sampai karena hal tersebut mereka mengalami stres belajar.

Pada sebagian materi pelajaran saja terkadang karena kesulitan memahami materi pelajaran pelajar bisa memicu stres berpikir. Akibatnya malas belajar tidak dapat dihindari karena tidak tahu harus belajar memahami seperti apa. Oleh karena itu perhatikan kualitas mengajar anda dan kuantitas belajar mereka sehingga tidak berdampak pada malas belajar disekolah.

3. Tidak punya target belajar

Kemauan yang keras dalam belajar ibarat sumbu peledak dalam pendidikan. Kalau kemauan belajar rendah maka minat belajar dan semangat belajar akan ikut rendah.

Untuk menghadirkan kemauan yang keras dalam belajar seorang pelajar harus mempunyai target belajar yang ingin dicapai. Target belajar bisa bermacam-macam, mulai dari jangka pendek seperti kemampuan dalam memahami pelajaran. Atau target belajar jangka menengah seperti meraih nilai ulangan yang tinggi. Dan juga target jangka panjang yaitu menjadi juara umum disekolah.

4. Masalah dengan keluarga

Salah satu penyebab malas belajar selanjutnya adalah masalah yang sering muncul dalam keluarga. Misalnya sering melihat dan mendengar orang tua bertengkar di dalam rumah. Atau anak sering dimarahi orang tua karena hal-hal sepele sehingga membuat tidak nyaman berada dirumah.

Masalah seperti di atas bisa menjadi pemicu rendahnya gairah hidup. Jangankan mempunyai target jangka panjang dalam pendidikan untuk berkatiftas yang mengarah kepada target tersebut saja terbilang susah. Pada kasus ini lari dari masalah adalah hal yang sering dipikirkan makanya tidak aneh jika mereka mudah malas belajar sampai masalah tersebut dapat diatasi.

5. Masalah dengan teman-temannya

Mempunyai banyak teman adalah kebahagian yang besar karena dengan hal itu berbagai hal bisa dilakukan. Bisa belajar bersama dan berbagi pengalaman adalah salah satu keuntungannya.

Namun demikian perhatikan etika anda dalam berbicara dan berperilaku. Bagaimanapun juga kesalahan dalam ucap dan perilaku bisa mendatangkan ketegangan. Jika tidak segera diatasi maka permusuhan adalah dampak buruknya. Ketika hal itu terjadi maka belajar menjadi tidak tenang akibatnya minat belajar menjadi rendah dan mengakibatkan malas belajar.

6. Sarana tidak mendukung

Sebaik apapun kemampuan anda dalam mengajar. Namun kurangnya sarana belajar bisa menjadikan cerita berubah. Coba bayangkan ketika anda menerangkan materi komputer tanpa mereka manatap komputer di depannya pasti tidak akan terjadi konsentrasi. Karena teori tidak bisa mewakili praktek maka tidak ada bayangan apapun tentang pemahaman yang benar. Oleh karena itu mereka menjadi malas belajar meskipun anda menyuruh mereka untuk serius mendengarkan.

7. Tidak ada teladan belajar

Berharap pelajar belajar dengan rajin saat anda malas mengajar adalah kesalahan. Salah satu contoh malas dalam mengajar adalah sering tidur di dalam kelas. Sebagian guru ketika menyuruh murid menulis atau mengerjakan ulangan dia duduk kemudian tidur. Ketika hal tersebut dilihat para siswa tentu kemauan untuk belajar akan menurun.

Di sisi lain kesalahan orang tua dirumah juga dapat membuat mereka malas belajar. Coba bayangkan ketika orang tua menyuruh anaknya untuk belajar sedangkan orang tua duduk manis menonton TV itupun terkadang dengan suara yang keras. Bukankah ini seperti menyuruh tanpa memberikan teladang. Maknya jangan heran kalau mereka menjadi pelajar yang malas belajar baik disekolah atau dirumah.

Kesimpulannya, bagaimanapun juga anda pasti tidak senang seorang pelajar malas belajar baik disekolah atau dirumah. Namun begitu bukan hal yang mudah ketika anda menyuruh mereka dengan paksaan supaya belajar. Lebih baik anda cari perhatikan faktor apa yang menjadi penyebab mereka malas belajar dengan begitu anda mudah untuk mencari solusinya.


Tips Jitu Menumbuhkan Optimisme pada Anak

thumbnail
Memiliki anak dengan rasa optimis tinggi merupakan hal yang luar biasa. Bagaimana tidak dengan rasa optimis yang tinggi anak dapat berkembang dengan lebih baik. Belajar yang sungguh-sungguh demi mencapai cita-cita adalah dampak positif dari rasa optimis seorang anak. Selain itu segala kesulitan yang menghadang perjalanan akan dianggap sebagai tantangan dan peluang menang.

Sayangnya pada sebagian keluarga sering kita jumpai anak atau pelajar dengan optimisme yang rendah. Hal ini bisa muncul karena masalah keluarga yang berdampak pada mental yang lemah. Lebih dari itu rasa percaya diri yang rendah serta kurang kuatnya keinginan untuk mencapai sesuatu adalah hal terburuk dari rendahnya rasa optimis seorang anak atau pelajar.

Meskipun demikian sebagai orang tua atau guru tentu optimisme yang rendah anak atau pelajar tidak boleh dibiarkan. Bahkan merupakan tugas para orang tua dan guru untuk menumbuhkan rasa optimisme pada mereka. Meskipun butuh waktu dan kerja keras yang tinggi. Namun keberhasilannya dapat menghadirkan kebanggaan.


Tips Jitu Menumbuhkan Optimisme pada Anak


Tips menumbuhkan rasa optimis pada anak


1. Memberikan pujian atas kerja kerasnya

Bagaimanapun juga seorang anak dan pelajar sangat membutuhkan pengakuan atas kerja keras yang sudah mereka lakukan. Terlepas dari berhasil atau tidaknya usaha tersebut mereka akan merasa sedih kalau diremehkan atau dicemooh.

Mengharapkan mereka menjadi anak atau pelajar yang optimisme tinggi sebuah kata-kata penyejuk hati sangat diperlukan. Meskipun satu kalimat, tetapi dengan kalimat yang baik rasa optimis mereka bisa tumbuh berkembang.

Oleh karena itu sebagai orang tua atau guru hendaknya anda tidak ragu ketika mereka melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh walaupun untuk usahanya sendiri belum membuahkan hasil yang memuaskan. Namun demikian dengan memberikan apresiasi saya yakin wawasan mereka tentang sesuatu akan selalu positif terlepas dari kesulitan dan hambatan yang harus dilaluinya.

2. Sering memotivasi saat kesulitan datang

Dalam menjalani hidup ini anda pasti tahu bahwa kesulitan dan hambatan adalah jalan terjal menuju kesuksesan. Meskipun begitu jika hambatan dan kesulitan dianggap bencana maka kesuksesan hanyalah harapan tanpa usaha.

Begitu juga dengan anak dan pelajar mereka pasti pernah mengalami yang namanya kesulitan dan hambatan baik itu dirumah, disekolah atau dilingkungannya. Makanya tidak heran kalau mereka bisa berputus asa dalam belajar atau pergaulan. Pada saat itu tidak ada kebaikan yang paling besar kecuali memotivasinya sehingga rasa optimisnya tidak menurun tajan.

Untuk memotivasinya anda bisa memberikan wejangan (saran) bahwa kesulitan tersebut pernah juga dialami oleh orang lain bahkan lebih buruk dari yang kamu alami. Mereka tetap bangkit dari keterpurukan dan tancap gas dengan rasa oprimis bahwa mereka bisa mencapai sesuatu yang membanggakan suatu saat. Dengan cara pasti optimisme mereka akan meningkat.

3. Jangan mengekang bakat dan minat mereka

Salah satu kesalahan orang tua adalah memaksa anak untuk melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan bakat dan minat mereka. Satu contoh kesalahan orang tua adalah memaksa anak untuk bekerja membantunya secara berlebihan tidak mengenal waktu dan tidak mengenal apresiasi. Inilah yang menyebabkan rasa optimis mereka terhadap pendidikan dan kesuksesan terasa berat bahkan untuk mencapai masa depan bahagia bisa tidak terpikirkan karena cara berpikir terbelenggu oleh kesedihan yang berlarut-larut.

Menyuruh anak membantu orang tua memang diperbolehkan, tetapi usahakan juga agar keinginan tersebut timbul karena pengetahuan dan kasih sayang. Dengan begitu bakat dan minat mereka tidak terbelenggu oleh keadaan yang tidak semestinya. Bagimanapun juga anda harus memberikan waktu kepada mereka menyalurkan bakat dan minat mereka.

Jika memungkinkan arahkan mereka pada usaha yang dekat dengan bakat dan minat mereka. Selain rasa optimis mereka terus tumbuh anda juga mendapatkan hasil usaha yang menguntungkan. Bukankah ini lebih menyenangkan semua pihak?

4. Berikan kesempatan untuk bertanggung jawab

Ketika anak melakukan kesalahan jangan terburu-buru mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaannya. Sebagai contoh ketika anak menjatuhkan buku yang banyak jangan langsung memarahinya dengan kata-kata kasar. Lebih baik anda berikan mereka kesempatan bertanggung jawab menyusun buku-buku tersebut menjadi rapi kembali. Dengan begitu dia akan yakin terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan masalah.

Coba bayangkan kalau anda langsung memarahinya mereka akan pergi dengan menanggung kesedihan tanpa pembelajaran. Padahal untuk mendapatkan pengalaman terbaik terkadang kesalahan menjadi hal yang biasa. Bahkan tidak jarang kesalahan tersebut menjadikannya lebih bertanggung jawab.

Rasa optimis itu cukup dengan dengan rasa tanggung jawab. Oleh karena itu timbulkan rasa tanggung jawab pada diri mereka niscaya rasa optimisme mereka akan timbul pada hati dan pikiran mereka.

Kesimpulannya, saya menyadari bahkan untuk menumbuhkan rasa optimisme tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sebuah kerja keras, ilmu pengetahuan dan pengalaman sangat menentukan. Oleh karena itu perbaiki cara berkomunikasi dan berinterkasi anda kepada mereka. Dengan begitu anda bisa menumbuhkan rasa optimis anak dengan efektif dan efisien.